Daftar Usaha Waralaba Menguntungkan 2018
Apa saja paket kerjasama waralaba yang profitable di tahun ini? Berapa modal yang dibutuhkan untuk bermitra menjadi franchisee?
peluang usaha menjadi salah satu model kerja sama bisnis yang makin populer di Indonesia. Saat ini ada ratusan pelaku usaha yang telah mewaralabakan usahanya, mulai dari waralaba skala kecil hingga franchise kelas kakap yang mematok modal ratusan juta rupiah. Selain itu, perkembangan bisnis waralaba di Indonesia juga dapat kita lihat dari aneka jenis bidang usaha yang diwaralabakan.
Saat ini tidak hanya bidang usaha makanan dan minuman saja yang diwaralabakan, tetapi juga telah merambah ke berbagai sektor usaha, seperti jasa, teknologi, perkebunan, kesehatan, otomotif, dan lain sebagainya. Lalu, apa itu sebenarnya usaha waralaba, bagaimana cara mulai membangun bisnis kemitraan tersebut, dan apa saja paket waralaba yang prospektif di tahun ini? Yuk mari simak deskripsi berikut ini!Apa Itu Waralaba (Franchise) ?
Waralaba berasal dari kata “wara” artinya lebih, dan “laba” berarti untung. Jadi, jika disingkat maknanya adalah untung lebih. Dalam istilah asing, waralaba disebut dengan franchise (bahasa Prancis) yang artinya hak atau kebebasan, yaitu hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Pengertian resmi dari waralaba dapat kita cermati dari Peraturan Menteri Perdagangan No. 12/2006 yang berbunyi:
“peluang usaha franchise atau waralaba adalah perikatan antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba dimana Penerima Waralaba diberikan hak untuk menjalankan usaha dengan memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemberi Waralaba dengan sejumlah kewajiban menyediakan dukungan konsultasi operasional yang berkesinambungan oleh Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba”.
Sementara itu, menurut Asosiasi Franchise Indonesia, arti waralaba adalah:
Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Jadi, jika kita simpulkan bahwa waralaba adalah sebuah kerjasama bisnis antara dua belah pihak, yaitu pemilik/pemberi waralaba (franchisor) dengan penerima/mitra waralaba (franchisee), dimana pihak penerima/mitra waralaba diizinkan menggunakan berbagai sarana bisnis (brand, merek, resep, hak intelektual, produk, dan sebagainya) untuk mendapatkan keuntungan usaha sesuai dengan perjanjian disepekati. Selain memperoleh biaya royalti dari pihak mitra, pihak pemberi waralaba (franchisor) juga akan diuntungkan karena jaringan bisnisnya menjadi lebih luas. Sementara itu, mitra waralaba (franchisee) akan merasa diuntungkan karena bisa membangun bisnis dengan lebih praktis dan bisa memasarkan produk atau brand yang sudah populer di masyarakat.
Keuntungan dan Kerugian dalam Bisnis Waralaba
Model kerjasama kemitraan dalam bentuk usaha waralaba (franchise) memiliki nilai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Jika anda ingin menggeluti bisnis waralaba, yakni sebagai penerima/mitra waralaba atau diistilahkan sebagai franchisee, ada beberapa hal positif dan negatif yang akan anda peroleh, antara lain:
Keuntungan menggeluti usaha waralaba
1. Risiko kegagalan lebih kecilSaat kita memutuskan untuk terjun ke bisnis waralaba, tentu kita akan memilih paket waralaba yang memang sudah terbukti keuntungan dan stabilitasnya. Menurut hasil riset yang pernah dilakukan oleh Michael M. Coltman, diketahui bahwa membangun bisnis independen (mandiri) yang dimulai dari nol memiliki risiko lebih besar untuk berakhir dengan kegagalan (70%-80%), sedangkan risiko kegagalan bisnis para franchisee adalah hanya sebesar 20%-30%.
2. Mendapatkan bantuan dan bimbingan bisnis
Keuntungan berikutnya yang dirasakan oleh para mitra waralaba adalah adanya berbagai bantuan bisnis dari pemilik waralaba, misalnya berupa peralatan, bahan baku, konsultasi, pelatihan dan juga promosi usaha. Hal ini sangat berguna sekali, terutama bagi para pemula yang masih awam dalam dunia bisnis. Franchisor yang baik pasti senantiasa sigap mendampingi perkembangan usaha mitranya, karena semakin maju bisnis para mitra, maka mereka akan memperoleh keuntungan berlipat.
Keuntungan berikutnya yang dirasakan oleh para mitra waralaba adalah adanya berbagai bantuan bisnis dari pemilik waralaba, misalnya berupa peralatan, bahan baku, konsultasi, pelatihan dan juga promosi usaha. Hal ini sangat berguna sekali, terutama bagi para pemula yang masih awam dalam dunia bisnis. Franchisor yang baik pasti senantiasa sigap mendampingi perkembangan usaha mitranya, karena semakin maju bisnis para mitra, maka mereka akan memperoleh keuntungan berlipat.
3. Memasarkan merek yang sudah populer
Kita tentu tidak perlu repot-repot lagi mempromosikan brand atau merek dari produk bisnis yang kita jual, karena hal tersebut telah dilakukan oleh pemilik waralaba (franchisor), apalagi jika paket waralaba yang kita beli telah sangat populer di masyarakat. Banyak waralaba nasional dan internasional yang telah dikenal masyarakat luas. Kepopuleran brand tersebut menjadikan mitra waralaba lebih mudah mendatangkan konsumen atau “built-in customers”.
Kita tentu tidak perlu repot-repot lagi mempromosikan brand atau merek dari produk bisnis yang kita jual, karena hal tersebut telah dilakukan oleh pemilik waralaba (franchisor), apalagi jika paket waralaba yang kita beli telah sangat populer di masyarakat. Banyak waralaba nasional dan internasional yang telah dikenal masyarakat luas. Kepopuleran brand tersebut menjadikan mitra waralaba lebih mudah mendatangkan konsumen atau “built-in customers”.
Kekurangan menggeluti bisnis waralaba
1. Terkukung dalam konsep pemilik waralaba
“No freedom” atau tidak bebas, itulah salah satu sisi kekurangan menggeluti bisnis waralaba. Kita harus mengikuti konsep bisnis yang telah ditetapkan oleh pemberi waralaba (franchisor). Hal ini akan membuat kreatifitas maupun insting bisnis yang kita miliki menjadi agak terbatas. Bahkan tak jarang beberapa franchisor memberi batasan yang ketat kepada para mitranya demi tetap menjaga citra brand yang diwaralabakan.
“No freedom” atau tidak bebas, itulah salah satu sisi kekurangan menggeluti bisnis waralaba. Kita harus mengikuti konsep bisnis yang telah ditetapkan oleh pemberi waralaba (franchisor). Hal ini akan membuat kreatifitas maupun insting bisnis yang kita miliki menjadi agak terbatas. Bahkan tak jarang beberapa franchisor memberi batasan yang ketat kepada para mitranya demi tetap menjaga citra brand yang diwaralabakan.
2. Biaya relatif lebih mahal
Membeli atau ikut bergabung dalam bisnis kemitraan waralaba ternyata memerlukan biaya lebih banyak dibandingkan dengan memulai bisnis secara mandiri (sendiri). Ada beberapa biaya tambahan yang mungkin harus ditanggung oleh para mitra, diantaranya franchise fee, biaya royalti per tahun, atau juga setoran persentase keuntungan kepada pihak pewaralaba.
Membeli atau ikut bergabung dalam bisnis kemitraan waralaba ternyata memerlukan biaya lebih banyak dibandingkan dengan memulai bisnis secara mandiri (sendiri). Ada beberapa biaya tambahan yang mungkin harus ditanggung oleh para mitra, diantaranya franchise fee, biaya royalti per tahun, atau juga setoran persentase keuntungan kepada pihak pewaralaba.
3. Taruhan reputasi bersama
Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu keuntungan yang kita peroleh saat bergabung dalam kemitraan waralaba adalah brand produk usaha yang kita pasarkan telah dikenal baik oleh konsumen, sehingga kita tidak perlu bersusah payah membangun citra brand tersebut. Namun di sisi lain, penggunaan brand tersebut dipakai oleh franchisor dan para mitra lainnya, sehingga jika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh franchisor atau franchisee lain, maka kita juga akan ikut menanggung akibatnya, paling tidak ikut tercoreng terhadap bisnis atau produk yang kita jual ke konsumen.
Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu keuntungan yang kita peroleh saat bergabung dalam kemitraan waralaba adalah brand produk usaha yang kita pasarkan telah dikenal baik oleh konsumen, sehingga kita tidak perlu bersusah payah membangun citra brand tersebut. Namun di sisi lain, penggunaan brand tersebut dipakai oleh franchisor dan para mitra lainnya, sehingga jika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh franchisor atau franchisee lain, maka kita juga akan ikut menanggung akibatnya, paling tidak ikut tercoreng terhadap bisnis atau produk yang kita jual ke konsumen.Deretan Paket Waralaba Prospektif Tahun Ini
Usaha franchise berkonsep waralaba telah menjadi trend bisnis yang banyak digemari para pengusaha muda. Menurut mereka, melalui bisnis waralaba, mereka akan mendapatkan beberapa hal menguntungkan, diantaranya berupa: 1) transfer manajemen; 2) kepastian pasar; 3) bantuan promosi; 4) pasokan bahan baku; 5) pengawasan mutu; 6) pengenalan dan pengetahuan tentang lokasi bisnis; 7) pengembangan kemampuan sumber daya manusia, dan yang paling terpenting adalah 8) resiko dalam bisnis waralaba sangat kecil.
Nah, setelah anda membaca mengenai pengertian waralaba dan juga memahami sisi baik buruknya bisnis waralaba tersebut, tentu anda sudah bisa menyimpulkan tentang “ya” atau “tidaknya” kecocokan model bisnis ini dengan visi misi kewirausahaan anda. Jika anda memutuskan untuk mencoba terjun ke bisnis waralaba sebagai mitra (penerima waralaba), maka deretan paket waralaba berikut ini bisa anda pertimbangkan. Inilah daftar paket waralaba potensial di tahun ini. Data ini diambil dari waralabaku.com yang merupakan salah satu direktori waralaba lokal di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar